Desa Adat Canggu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur melalui penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali yang telah sukses dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam upaya menguatkan eksistensi Bahasa Bali di tengah arus modernisasi yang semakin berkembang pesat, khususnya di kawasan Canggu yang dikenal sebagai wilayah dengan dinamika sosial dan pariwisata yang sangat tinggi.

Bulan Bahasa Bali tahun ini menghadirkan berbagai kategori lomba yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa, namun juga menitikberatkan pada pemahaman nilai-nilai sastra serta kecakapan dalam penggunaan aksara Bali di kalangan generasi muda. Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif sekaligus kompetitif yang mampu membangkitkan minat serta rasa bangga terhadap Bahasa Bali sebagai identitas budaya masyarakat setempat.

Medharmasuaka menjadi kategori baru di Bulan Bahasa Bali Desa Adat Canggu 2026

Pelaksanaan lomba Medharmasuaka, Mesatua Bali Pakis, serta Lomba Lagu Pop Bali Pakis dipusatkan di panggung utama yang berlokasi di area parkir dalam Canggu Point. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana para peserta dari berbagai banjar di Desa Adat Canggu menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan cerita berbahasa Bali, membawakan karya sastra lisan, hingga mengekspresikan kreativitas melalui lagu-lagu pop Bali yang sarat akan pesan moral dan nilai kearifan lokal.

Sementara itu, lomba Nyurat Lontar dan Nyurat Aksara Bali diselenggarakan di ruang rapat lantai 2 Bale Desa Adat Canggu. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pelestarian aksara Bali yang kini mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui lomba ini, para peserta diajak untuk kembali mengenal, memahami, serta mempraktikkan teknik penulisan aksara Bali dengan baik dan benar, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi tulis-menulis yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tidak kalah menarik, lomba Mepidarta lan Mesatua Bali Lanang yang dilaksanakan di lantai 1 Bale Desa Adat juga menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali tahun ini. Para peserta menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum menggunakan Bahasa Bali dengan struktur bahasa yang baik serta penyampaian yang komunikatif. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri generasi muda dalam menggunakan Bahasa Bali sebagai bahasa komunikasi formal maupun nonformal di lingkungan masyarakat.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali Desa Adat Canggu tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari upaya pelestarian budaya yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya kalangan muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat untuk menggunakan, menjaga, dan melestarikan Bahasa Bali dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga Bahasa Bali tetap hidup dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Adat Canggu di masa yang akan datang.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Desa Adat Canggu membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara adaptif dan berkelanjutan, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali sejak dahulu kala. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam Bulan Bahasa Bali ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan Bahasa Bali sebagai jati diri dan kebanggaan budaya daerah. πŸŒΊπŸ“œβœ¨